Harga Emas Turun Di Awal Pekan

Dear JTrader, Harga emas turun, menjauh dari level tinggi sembilan bulannya akibat Dolar AS yang menguat. Data Ketenagakerjaan AS, khususnya Non Farm Payroll (NFP) yang dirilis akhir pekan lalu, membuat para trader tetap optimis membeli Dolar AS dibandingkan emas.

Harga emas spot turun 0.5 persen ke $1,311.25 per ounce di sesi perdagangan Senin (04/Feb) malam ini. Sedangkan grafik XAU/USD di bawah ini juga menunjukkan penurunan harga sebanyak 0.31 persen ke 1,313.15, merosot dari level tinggi 1,325 yang tercapai pada hari Kamis minggu lalu.

Saham-saham dunia masih bertengger di level tinggi dua bulan, didukung oleh data ketenagakerjaan AS yang menyokong Greenback. Akibatnya, harga emas pun mengalah turun. Para trader sedikit mengabaikan sentimen dovish The Fed yang tak akan bisa menaikkan suku bunganya seagresif tahun lalu. Pasalnya, data Ketenagakerjaan AS yang sangat memuaskan tersebut--untuk sebagian trader--setidaknya dapat memastikan bahwa bank Sentral AS tak perlu menurunkan suku bunga untuk mendongkrak perekonomian.

Namun demikian, dari segi teknikal, harga emas menghadapi resisten kuat di kisaran 1,325. Menurut analis ActivTrades, Carlo Alberto De Casa, peluang bullion untuk kembali beredar di level tinggi $1,300 dan $1,325 pekan ini, masih cukup besar. Analis tersebut menyimpulkan, bahwa walaupun hari ini ada penurunan, tetapi Outlook emas keseluruhan masih akan positif.

Share:

Bunga Bank Sentral